Foi Moi!

Belum jua genap sembilan bulan, aku sudah melahirkan blog baru lagi. Entah ini blog yang keberapa ribu. Motifnya sederhana: untuk membiasakan menulis lagi. Sudah puluhan juta tahun aku tidak menulis. Pasalnya blog-ku yang terakhir difokuskan untuk traveling, sehingga ide tulisan yang relevan untuk dicurahkan terbatas seputar dunia pejalan saja. Nama yang kuberikan saja meransel. Kan kurang etis rasanya kalau aku mem-posting langkah-langkah membuat gelang unyu warna-warni atau memampang video clip dari Kangen Band.

Lanjutkan membaca Foi Moi!

Aku Ingin Petualangan

Kala remaja cita-citaku sederhana, seperti remaja-remaja kebanyakan. Lepas SMA, kuliah di fakultas teknik ternama, diwisuda, kemudian bekerja di perusahaan-perusahaan swasta yang bonafit. Perusahaan minyak multinasional misalnya. Tak jarang juga aku mempertimbangkan untuk menjadi seorang programmer, yang tak perlu sering-sering pergi ke kantor. Cukup diam di rumah, duduk di hadapan komputer sembari memainkan tuts-tuts keyboard, meramu ribuan baris program.

Lanjutkan membaca Aku Ingin Petualangan

Saya Kembali

Cukup lama rasanya saya tidak menyentuh blog yang baru beberapa bulan saya rintis ini. Kasihan juga saya melihatnya, tak dijamah, tak dilirik barang sedetik. Bukan tidak beralasan, nyaris tiga bulan terakhir ini saya dikeroyoki tugas-tugas kuliah yang membuat otak saya lebam memar-memar. Sebagai curhatan saja, saya kuliah di Politeknik Negeri Bandung dengan konsentrasi Teknik Telekomunikasi Nirkabel. Tugas-tugas yang saya hadapi pun buka tugas yang biasa-biasa saja: laporan kerja praktik & tugas akhir! Ya, saya seorang mahasiswa semester akhir—sujud syukur.

Lanjutkan membaca Saya Kembali

Titik Kulminasi

Solder panas dan gulungan kawat timah beradu. Berdesis lalu mengepulkan asap putih yang pekat. Asap timah itu bergulung berputar di udara, lalu menghilang perlahan ditelan cahaya lampu 5 watt yang temaram. Deru kipas komputer terdengar ringkih mendengung. Di luar gerimis turun mewarnai langit sore di pinggiran Kota Bandung. Sesekali udara dingin menerobos masuk lewat celah-celah jendela, menghalau pengap yang menguasai ruang kecil tempat aku berada. Aku terjebak. Sial!

Lanjutkan membaca Titik Kulminasi