Di Tepian Malam

Kurasa Malam lupa untuk membawakanku sepiring kantuk. Pastinya ia terlalu sibuk mencari-cari gemintang yang bersembunyi di ketiak Awan Mendung. Lihat saja ia tampak semakin muram tanpa Bintang-Bintang yang genit itu.

Pasalnya kemarin ia telah berjanji padaku: “Besok akan kubawakan kau sepiring kantuk, lantas akan kuantarkan kau ke Kota Mimpi!”

Nyatanya?

◈◈◈

Coba kau lihat si Jam Dinding sialan itu! Berputar menjengkelkan. Mengolok-olok tiada hentinya. Apa salahnya jika aku mengaduh pada Secangkir Kopi? Toh Malam pun lupa akan janjinya padaku. Ia terlalu sibuk mengurusi Bintang-Bintang centil itu.

◈◈◈

Rinai hujan menguarkan aroma rindu yang pekat. Menggugahku untuk membisikan sebait cinta pada angin yang membawanya. Berharap ia akan berhembus ke seberang lautan, dimana rindumu berlabuh di tepian malam.

Foto cover dari Unsplash oleh Jesse Bowser.

Diterbitkan oleh

Risan Bagja Pradana

I read Linux man pages before going to bed 🤓

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s