Arok Dedes

Aku pertama kali mengenal karya Pramoedya Anata Toer saat zaman kuliah dahulu. Kala itu aku membaca Tetralogi Pulau Buru-nya yang fenomenal: Bumi Manusia, dan saat itu juga aku terpukau pada kejeniusannya dalam menulis. Beberapa hari yang lalu, saat aku ditugaskan ke Pulau Kundur—sebuah pulau kecil yang merupakan bagian dari Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau—di sebuah kedai buku kecil dekat pelabuhan, aku mendapati karya beliau yang lainnya: Arok Dedes.

Lanjutkan membaca Arok Dedes

Ronggeng Dukuh Paruk

Novel karya Ahmad Tohari ini merupakan buku pertama dari rangkaiaan trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Sebuah trilogi yang juga telah diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar dengan judul “Sang Penari”. Pada buku pertama ini, diceritakan tentang lahirnya kembali seorang ronggeng di Dukuh Paruk—sebuah dusun yang terpencil dan terbelakang.

Lanjutkan membaca Ronggeng Dukuh Paruk

Sepatu Dahlan

Siapa yang tak kenal Dahlan Iskan? Menteri BUMN sekaligus CEO Jawa Pos ini kerap menyedot perhatian publik dengan aksi-aksinya yang terbilang nyentrik. Tentu masih hangat di ingatan kala Dahlan Iskan geram dan membuka sendiri pintu tol dalam kota yang masih ditutup. Atau saat beliau diam-diam ikut berdesak-desakan dalam KRL. Atau juga saat beliau memilih untuk menginap di rumah seorang petani dengan hanya beralaskan tikar. Penampilannya yang bersahaja—kemeja putih, celana bahan serta sepatu kets yang menjadi ciri khasnya—nampak kontras dengan pejabat-pejabat tinggi di negeri ini.

Lanjutkan membaca Sepatu Dahlan