Menerobos Hutan Lindung Ujung Genteng

Kami berpikir kalau kami berjalan terus mengikuti bibir pantai di Ujung Genteng, kami bisa mencapai pantai lainnya yang bertetangga, seperti Cibuaya, Pangumbahan, atau Ombak Tujuh. Kalau dilihat dari peta, pantai-pantai ini memang berada dalam satu garis. Namun kenyataan berkata lain.

Lanjutkan membaca Menerobos Hutan Lindung Ujung Genteng

Ujung Genteng

Siang itu langit sangat cerah, biru memulas angkasa tanpa cela. Hanya tampak awan gemawan tipis yang berarak tertiup angin. Lautan terhampar luas, seolah menyatu dengan kaki-kaki langit di batas cakrawala. Mentari terik bersinar, panasnya menyengat dan membakar tubuh kami. Beruntung angin selalu berhembus. Membawa kesejukan kala menyapa tubuh kami yang sudah berlumur peluh. Ombak-ombak kecil bergulung terhempas ke tepian. Menyisakan buih-buih kecil di atas pasir pantai.

Lanjutkan membaca Ujung Genteng

Mencari Surga Tersembunyi

Tubuh kami terasa lebih bugar setelah semalam menginap di kediaman kerabat Mas Febri di Kampung Gandasoli, Sukabumi. Di pagi hari kami melanjutkan perjalanan kami yang tertunda ke pesisir Selatan Sukabumi. Dari Kampung Gandasoli kami menyewa angkot untuk mengantarkan kami ke Terminal Lembursitu. Sempat terjadi ketegangan antara sopir angkot kami yang masih muda dengan sopir angkot lain yang lebih senior. Alasannya tidak lain karena berebut penumpang. Lagi-lagi masalah perut gumamku.

Lanjutkan membaca Mencari Surga Tersembunyi

Semalam di Sukabumi

Malam sudah mendahului saat kami tiba di Kota Sukabumi. Perjalanan menuju pesisir Selatan Sukabumi masih panjang. Kami memutuskan untuk bermalam di kota ini dan melanjutkan perjalanan esok hari. Awalnya kami akan menginap di Mesjid Agung Sukabumi yang bersebelahan dengan Alun-Alun kota, bahkan kami sudah ditawari oleh pengurus DKM-nya. Namun akibat bujuk rayu Mas Febri, kami pun luluh menerima tawarannya untuk menginap di rumah kerabatnya.

Lanjutkan membaca Semalam di Sukabumi

Ke Sukabumi!

Malam pun menjelang, gulita melingkupi langit Kota Sukabumi. Lampu-lampu kota berpendar redup, menyapa kami yang kelelahan. Jalanan kota begitu lengang, geliatnya perlahan hilang ditelan malam. Malam sudah terlampau larut. Tidak memungkinkan bagi kami untuk meneruskan perjalanan ke pesisir Selatan Sukabumi. Badan kami pun sudah terasa lengket dan rontok. Awalnya kami memutuskan untuk menginap di Mesjid, namun rayuan Mas Febri untuk menginap di rumah kerabatnya begitu sulit kami tolak. Alhamdulillah.

Lanjutkan membaca Ke Sukabumi!