Loncat dari Jembatan Cinta

Hampir 3 jam kami terombang-ambing di atas ojek kapal ini. Sejauh mata memandang hanya birunya lautan yang kami lihat, tapi tidak jauh di Utara tampak sebuah pulau yang memanjang. Rumah-rumah berderet terhalangi rimbunnya pepohonan di sepanjang bibir pulau itu. “Itu Tidung!”, gumam si ABK padaku. Aku tengah mengoborol dengan ABK yang sudah berumur ini. Suaranya lantang keras, khas orang-orang laut.

Lanjutkan membaca Loncat dari Jembatan Cinta

Ngemper di Kampung Rambutan

Waktu hampir genap pukul 12 malam, kami berlima sudah menjejakan kaki di Jakarta. Omprengan yang kami tumpangi dari Bandung mengantarkan kami sampai Terminal Kampung Rambutan. Masih terlihat beberapa calo yang menjaring penumpang untuk bis terakhir, dari logat mereka aku bisa menebak mereka sama-sama orang Sunda. Sama sepertiku.

Lanjutkan membaca Ngemper di Kampung Rambutan