Ayah Menggendong Mayat Anaknya

Sinar matahari mulai terasa terik. Pijar cahayanya menyinari sudut-sudut ibu kota. Hari itu hari Minggu. Hari yang lazimnya dinikmati untuk beristirahat, berlibur atau sekadar bercengkrama dengan keluarga. Namun hal itu rupanya berbeda bagi Supriono. Pria paruh baya berumur 36 tahun itu harus ikut berdesak-desakan dalam kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta – Bogor.

Lanjutkan membaca Ayah Menggendong Mayat Anaknya