Vision for Transition

Pertama kali denger hits “Kedamaian” dari album terbaru mereka yang berjudul Vision For Transition, aduh damai banget. Apalagi alunan suara gitar sama samplingnya, ngedukung banget judulnya Kedamaian. Yah, kalau didenger-denger, jelas kayanya lagu yang jadi hitsnya ini jauh sama album pertama mereka Rock Up On Time. Kurang nendang. Jiwa rocknya gak ada bok, kurang nge-beatlah! Penasaran apakah Saint Loco melayu, ane minjem album baru mereka sama bang Brian (red: penggemar musik di 2 ipa 9).

Keesokan harinyapun saya dapet pinjeman Vision For Transition. Dan pas denger, ooh ternyata tidak begitu adanya.

Di track kedua berjudul “Terapi Energi”. Gila keren banget lagunya, ternyata Saint Loco masih seperti dulu, nge Rock abis. Pas denger lagunya ini ane agak teringat dengan Linkin Park. Soalnya intronya yang keren abis dibuka dentuman drum dan tentu saja iringan sampling yang sangat khas. Selain itu lagu-lagu yang Saint Loco banget adalah yang titlenya “New Life”. Petikan melodi gitarnya enak banget dan kalau didenger baik-baik, melodi gitarnya mirip sama “Promised Land” yang ada di album sebelumnya.

Band yang digawangi oleh Joe (Vokal), Berry (MC), Iwan (Guitar), Gilbert (Bass), Nyong (Drum) dan DJ Tius (the Spiner) ini mendendangkan 13 track lagu di Album barunya. Track-track nya adalah: Intro, Terapi Energi, Kedamaian, New Life, Fallin, Get Up, Centro, Transition, Masterplan, Fearless, Break Away, Stranger In Blanket dan Outro.

Unik memang susunan track yang diberikan, jadi inget lagi sama Linkin Park. Albumnya selalu dibuka dengan musik instrumen. Tapi yang uniknya lagi, di tengah-tengah album ini ada track yang judulnya Centro. Nah abis itu ada lagi Transition, mungkin ini memberikan gambaran bahwa track yang akan didendangkan selanjutnya lebih cadas. Dan ting!!! Ternyata benar, lagu-lagu seperti Fearless dan Break Away, cadas banget. Sangat cerdas sekali!

Kalau denger seluruh track-nya, ente bakal ngerasa zaman-zamannya Linkin Park, P.O.D, Lost Prophet, Papa Roach dan sebangsanya lah. Dan ternyata memang mereka mengaku bahwa banyak ter-influence sama band-band tadi. Mereka juga terpengaruhi genre musiknya R.A.T.M, RHCP, Burger Kill, Edane, Trivium, Killed by Butterfly, Hillsong dan Skillet.

Soal liriknya sendiri, wuih dalem banget. Banyak baget pesannya. Jangan jauh-jauh lah denger aja hitnya Kedamaian. Mereka merindukan kedamaian di muka bumi.

Tak ada kesedihan…
Tak ada kepedihan hanya satu kedamaian…

Wah wah wah. Mau yang cinta-cintaan ada juga loh. Walaupun cinta tetap nge-rock bok, kaya lagu yang judulnya Fallin. Kata-katanya gini

You give me love, that’s true…
and i know my heart beats for you…
I feel you in the wind…

Wah, mantap lah. Makanya dengerin dong!

Foto dari Unsplash oleh Amanda Dalbjörn.

Diterbitkan oleh

Risan Bagja Pradana

I read Linux man pages before going to bed 🤓

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s